LAMONGAN, BPL-News.com – Sudah lebih dari dua bulan traffic light (lampu lalu lintas) di Pertigaan Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, tidak berfungsi alias padam. Kondisi ini membuat pengguna jalan yang melintas dari arah Timur, Barat, maupun Utara harus ekstra waspada.
Untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di jalur dengan volume kendaraan berkecepatan tinggi tersebut, sejumlah tukang ojek setempat berinisiatif secara sukarela bergantian mengatur arus lalu lintas.
Nanang, salah satu relawan penyeberangan sekaligus tukang ojek setempat, mengatakan bahwa aksi ini murni didasari rasa kepedulian terhadap keselamatan pengendara.
Rabu ( 28/10/2026).
“Kami hanya membantu para pengendara yang mau nyebrang, mas. Kasihan, kendaraan yang dari arah Timur dan Barat kecepatannya tinggi. Kalau gak ada yang atur pasti terjadi kecelakaan,” ujar Nanang saat ditemui di lokasi.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini telah dijalani bersama rekan-rekannya selama hampir dua bulan.
Dirinya berharap pihak berwenang dapat segera memasang dan memperbaiki kembali rambu lalu lintas tersebut.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Lamongan, Drs. Dianto Hari Wibowo, M.I.P.
Dianto Hari Wibowo, memberikan penjelasan resmi. Ia menegaskan bahwa matinya lampu lalu lintas di lokasi tersebut bukan karena sengaja dimatikan atau dinonaktifkan oleh Dishub.
“Perlu kami jelaskan bahwa traffic light di Pertigaan Deket merupakan aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan informasi sementara, kerusakan diduga terjadi akibat terdampaknya jaringan kabel bawah tanah saat pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan nasional di sekitar lokasi,” jelas Dianto.
Menurutnya, proses perbaikan membutuhkan waktu yang lebih lama karena petugas harus menelusuri titik gangguan teknis pada jaringan kabel bawah tanah secara menyeluruh.
“Informasi yang kami terima, pihak provinsi hingga saat ini masih terus mengupayakan perbaikan. Memang penanganannya membutuhkan waktu lebih lama karena gangguan diduga berada pada jaringan kabel bawah tanah.
Tentunya kita berharap proses perbaikannya dapat segera diselesaikan sehingga lampu lalu lintas kembali berfungsi normal,” pungkasnya.
(Bed)


