BerandaEdukasiTingkatkan Literasi Santri, SMA Wahas Model Lamongan Latihan Menulis di Alam Terbuka

Tingkatkan Literasi Santri, SMA Wahas Model Lamongan Latihan Menulis di Alam Terbuka

LAMONGAN, BPL-News.com – SMA Wahid Hasyim (Wahas) Model Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, menggelar pelatihan jurnalistik dengan konsep berbeda. Berbeda dari lazimnya yang dilakukan di dalam ruang kelas, pelatihan ini dilaksanakan di alam terbuka, yakni di kawasan Alas Wisata Gondang Park (G-Park) Lamongan, Rabu (28/10/2026).

​Kegiatan outdoor ini diikuti oleh puluhan santri sebagai langkah nyata meningkatkan keterampilan jurnalistik, khususnya teknik kepenulisan berita dan pengelolaan media massa.

​Suasana alam terbuka dipilih sengaja untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual. Melalui konsep ini, para santri didorong untuk mempertajam daya amati, melatih berpikir kritis, serta menuangkan hasil observasi lingkungan secara langsung ke dalam bentuk karya jurnalistik.

​Mentor Pelatihan SMA Wahas Model, Moh. Arvani Zakky Al Kamil, menjelaskan bahwa pelatihan outdoor tidak sekadar membekali santri dengan teknik dasar jurnalistik. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan memberdayakan aspek kognitif dan psikologis santri agar lebih siap beradaptasi dengan dinamika media.

​“Pelatihan jurnalistik outdoor bagi santri ini menjadi nilai otentik pesantren dalam memberdayakan kemampuan kognitif dan psikologis mereka dalam kepenulisan di media massa,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Zakky tersebut.

​Gus Zakky menambahkan, pembelajaran langsung di alam memberi ruang interaksi yang kaya bagi para santri.

​“Kami berharap santri mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan lingkungan. Hal ini penting untuk mendorong kepekaan terhadap berbagai peristiwa di sekitar, yang kelak bisa diolah menjadi informasi bernilai jurnalistik,” jelasnya.

​Menariknya, pendekatan pembelajaran jurnalistik berbasis alam ini juga diselaraskan dengan nilainilai kepesantrenan dan Qur’ani. Menurut Gus Zakky, kepekaan terhadap lingkungan merupakan bagian dari penjiwaan peran manusia di bumi.

​“Ini sekaligus wujud implementasi nilai Qur’ani mereka untuk mengembangkan diri sebagai khalifah fil ardh, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Jalalain,” pungkasnya.

​Melalui pelatihan inovatif ini, SMA Wahid Hasyim Model Sumberwudi berharap potensi literasi para santri tidak hanya matang secara teknis, tetapi juga tertanam kuat dengan karakter, kepekaan sosial, dan kesadaran lingkungan. Konsep belajar di ruang terbuka ini menjadi alternatif segar yang memadukan literasi media, pengalaman lapangan, dan nilai-nilai keislaman secara integratif.

​(Bed)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments