TUBAN, BPL-News.com – Kisah perjuangan Widia Astutik, seorang ibu muda asal Dusun Pakah, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban yang viral karena menarik becak sambil menggendong bayinya, mengetuk hati banyak pihak.
Salah satunya adalah anggota kepolisian, IPDA Purnomo, yang turun langsung memberikan bantuan tunai bersama sang istri.
Selasa ( 04/11/2026).
Kedatangan IPDA Purnomo ke kediaman Mbak Widia bertujuan untuk menyalurkan amanah dari para dermawan serta memberikan dukungan moral bagi keluarga tersebut.
Penyaluran Bantuan Tunai Rp8 Juta
Dalam kunjungannya, IPDA Purnomo menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp5 juta yang ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan pokok harian keluarga Mbak Widia.
Tak hanya itu, IPDA Purnomo juga menambahkan dana sebesar Rp3 juta agar dapat difungsikan untuk kegiatan positif serta pemberdayaan di lingkungan sekitar tempat tinggal Mbak Widia.
”Alhamdulillah, sore ini kami menyerahkan amanah orang baik berupa uang tunai Rp5 juta untuk kebutuhan sehari-hari. Biar lebih bermanfaat, ada tambahan Rp3 juta untuk dipakai kegiatan baik di lingkungan rumah Mbak Widia,” ungkap IPDA Purnomo.
Perjuangan 6 Tahun Menyambung Hidup di Atas Becak
Aksi kepedulian IPDA Purnomo ini berawal dari maraknya video viral yang memperlihatkan Mbak Widia sedang mengayuh becak sembari menggendong buah hatinya.
Menurut cerita ayah kandungnya, Mbak Widia sebelumnya pernah mengamen dan mengumpulkan belas kasih warga di sekitar Alun-Alun Tuban.
Atas saran sang ayah, Mbak Widia kemudian meminta suaminya membelikan becak agar bisa bekerja mencari penghasilan tambahan secara mandiri.
Profesi sebagai tukang becak ini telah ia jalani selama enam tahun.
Berbagai cobaan berat pernah dialaminya, termasuk saat hamil 7 bulan di mana ia sempat jatuh dari becak.
Setelah melahirkan anak keduanya, Mbak Widia bahkan sudah kembali mengayuh becak membawa bayinya yang baru berusia satu bulan, menembus terik matahari dan hujan demi mencari nafkah.
Saat ini, keluarga kecil Mbak Widia masih belum memiliki rumah sendiri dan harus menyewa kontrakan seharga Rp1.500.000 per tahun. Kehadiran IPDA Purnomo dan bantuan dari para dermawan diharapkan dapat meringankan beban ekonomi serta memberikan secercah harapan baru bagi Mbak Widia dan keluarga.
( Red)


